Rabu, 23 Oktober 2019

Bilangan Bulat (Operasi BilBUL)

  1. Arti dari Bilangan Bulat
    Bilangan yang dapat dinyatakan dalam notasi desimal dengan tidak terdapat bilangan dibelakang koma selain nol. Bilangan Bulat dilambangkan dengan simbol Z.
    Contoh Notasi: {...,-4,-3,-2,-1,0,1,2,3,4,...}
    NegatifBilangan Cacah
    NolPositif / Asli
    dengan notasi:
    {...,-4,-3,-2,-1}{0}{1,2,3,4,...}
    Nilai NegatifNolNilai Positif

    Bilangan Bulat dibagi menjadi:
    1. Bilangan Cacah,
      Mulai dari Nol = {0,1,2,3,4,...}
    2. Bilangan Asli,
      Mulai dari 1 = {1,2,3,4,...}
      Bilangan Asli dibagi menjadi:
      1. Bilangan ganjil
        Bilangan yang tidak habis dibagi 2.
        Contoh: {1,3,5,7,...}
      2. Bilangan genap
        Bilangan yang habis dibagi 2.
        Contoh: {2,4,6,8,...}
      3. Bilangan prima
        Bilangan yang hanya memiliki 2 faktor, yakni 1 dan bilangan itu sendiri.
        Contoh: {2,3,5,7,11,13,17,19,23,29...}
        Contoh pada bilangan 13 yang hanya bisa dihasilkan dari 13 dikalikan 1.
      4. Bilangan Komposit
        Bilangan yang selain 0,1, & bilangan prima.
        Contoh: {4,6,8,9,10,12,14,15,...}
  2. Perbandingan Bilangan Bulat

    Tanda:
    > (lebih besar). Contoh: 3 > 1, karena 3 terletak lebih kanan dari 1
    < (lebih kecil). Contoh: -2 < 2, karena -2 terletak lebih kiri dari 2
  3. Operasi dan Sifat-sifatnya
    1. Penjumlahan
      Contoh: 3 + (-4) , dimana dapat digambarkan seperti
      Penjelasan:
      3 dari nol ke kanan karena positif 3, kemudian di ikuti dengan -4 yang artinya ke kiri sebanyak 4.
      Maka: 3 + (-4) = -1

      Sifat-sifatnya:
      a.Komutatif
      a+b=b+a
      Contoh:
      4 + 5=5 + 4
      9=9
      b.Asosiatif
      a+(b+c)=(a+b)+c
      Contoh:
      2 + (3 + 4)=(2 + 3) + 4
      2 + 7=5 + 4
      9=9
      c.Tertutup
      Bil. Bulat+Bil. Bulat=Bil.Bulat
      Contoh:
      3 + 2=5
      d.Identitas
      a+0=a
      Contoh:
      3 + 0=3
    2. Pengurangan
      a - b = a + (-b)
      Contoh: 4 - 2 = 4 + (-2), dimana dapat digambarkan seperti
      Penjelasan:
      4 dari nol ke kanan karena positif 4, kemudian di ikuti dengan -2 yang artinya ke kiri sebanyak 2.
      Maka: 4 + (-2) = 2

      Sifat-sifatnya:
      a.Invers / lawan dari penjumlahan
      lawan dari 2 adalah -2,
      karena 2 + (-2) = 0
      Jika5 - 3=2
      Maka5=2 + 3
      Sebab -3 dipindahkan keseberang
      akan menjadi +3
      b.Tertutup
      Bil. Bulat - Bil. Bulat = Bil. Bulat
      Contoh:3 - 4=-1
      c.Bukan Komutatif
      Pengurangan tidak bersifat komutatif
      Contoh:2 - 3=3 - 2
      Karena:-1≠1
      d.Bukan Asosiatif
      Pengurangan tidak bersifat asosiatif
      Contoh:5 - (3 - 2)=(5 - 3) - 2
      5 - 1=2 - 2
      Karena:4≠0
    3. Perkalian
      +×+=+
      +×-=-
      -×+=-
      -×-=+
      3×2=6
      3×-2=-6
      -3×2=-6
      -3×-2=6
      Kesimpulan:
      Perkalian tanda yang sama menghasilkan + (Positif)
      Perkalian tanda yang berbeda menghasilkan - (Negatif)

      Sifat-sifatnya:
      a.Komutatif
      a × b=b × a
      Contoh:2 × 3=3 × 2
      6=6
      b.Asosiatif
      a × (b × c)=(a × b) × c
      Contoh:4 × (5 × 6)=(4 × 5) × 6
      4 × 30=20 × 6
      120=120
      c.Tertutup
      Bil. Bulat × Bil. Bulat = Bil. Bulat
      Contoh:2 × 6=12
      d.Identitas
      a × 1=a
      Contoh:4 × 1=4
      e.Perkalian dengan nol = 0
      Contoh:5 × 0=0
      f.Distributif
      • Terhadap Penjumlahan:
      a × (b + c)=(a × b) + (a × c)
      a dikalikan masuk ke dalam kurung b + c
      2 × (4 + 3)=(2 × 4) + (2 × 3)
      2 × 7=8 + 6
      14=14
      • Terhadap Pengurangan:
      a × (b - c)=(a × b) - (a × c)
      a dikalikan masuk ke dalam kurung b - c
      3 × (5 - 2)=(3 × 5) - (3 × 2)
      3 × 3=15 - 6
      9=9
    4. Pembagian
      +:+=+
      +:-=-
      -:+=-
      -:-=+
      6:2=3
      6:-2=-3
      -6:2=-3
      -6:-2=3
      Kesimpulan:
      Pembagian tanda yang sama menghasilkan + (Positif)
      Pembagian tanda yang berbeda menghasilkan - (Negatif)

      Sifat-sifatnya:
      a.Invers / Lawan Dari Perkalian
      a : b=c
      a ×
      1
      b
      =c
      a
      b
      =c
      a=b × c
      b.Identitas
      a : 1=a
      Contoh:4 : 1=4
      c.Pembagian dengan nol
      0 : a=0
      a : 0=∞
      Bilangan dibagi nol = tak terdefinisikan
      d.Bukan Komutatif
      6 : 3=3 : 6
      Karena2≠
      1
      2
      e.Bukan Asosiatif
      12 : (4 : 2)=(12 : 4) : 2
      12 : 2=3 : 2
      Karena6≠
      3
      2
      f.Bukan Distributif
      12 : (4 + 3)=12 : 4 + 12 : 3
      12 : 7=3 + 4
      Karena
      12
      7
      ≠7
      g.Bukan Tertutup
      Karena Bil. Bulat : Bil. Bulat bisa menghasilkan Bil. Pecahan
      Contoh:2 : 4=
      1
      2
    5. Pemangkatan
      Perkalian berulang pada bilangan yang sama
      an = a × a × a × .... sebanyak n kali
      dimana:a=bilangan dasar
      n=bilangan pangkat (eksponen)
      an=bilangan berpangkat
      Contoh:a3=a × a × a
      23=2 × 2 × 2 = 8
      Prinsip Pemangkatan:
      1. am×an=am+n
      2. am:an=am−n
      3. (am)n=am×n
      4. (a×b)m=am×bm
      5. a0=1 ; a≠0
      6. a-m=
        1
        am
      7. (-a)m
        • Jika m ganjil, (-a)m = -am
        • Jika m genap, (-a)m = am
      Contoh:
      1. 23×25=23+5=28
      2. 34:33=34−3=31=3
      3. (23)4=23×4=212
      4. 62=(3×2)2=32×22
      5. 1000=1 (Bil. apapun pangkat 0=1)
      6. 2-1=
        1
        2
      7. (-a)m
        • m ganjil,
          (−2)3=(−2)×(−2)×(−2)=−8
        • m genap,
          (−2)4=(−2)×(−2)×(−2)×(−2)=16
      1. Kuadrat (Pangkat dua a2) dan Akar Pangkat dua 
        a

        Hubungan Pangkat dan Akar:
        1. a×a=a2 (bil. Kuadrat)
        2. p2=q ⇒ p=
          q
        3. a×b
          =
          a
          ×
          b
        4. a
          b
          =
          a
          b
        5. a
          ×
          a
          =a
        Contoh:
        1. 6×6=62 (enam kuadrat)
        2. p2=25
          p=
          25
           (25 akar pangkat dua)
          p=5
        3. 64
          =
          4×16
          =
          4
          ×
          16
          =2×4
          =8
        4. 36
          4
          =
          36
          4
          =
          6
          2
          =3
        5. 3
          ×
          3
          =3
      2. Pangkat Tiga (a3) dan Akar Pangkat Tiga (
        3a
        )
        a×a×a=b
        a3=b
        a=
        3b
        Contoh:
        23=8
        2=
        38
        2=2

0 komentar:

Posting Komentar